Rabu, 11 September 2013

Wanita - Wanita Istimewa Sepanjang Masa


Wanita – wanita Istimewa Sepanjang Masa
 Paling Jika di izinkan-Nya
Nyawa menetap di raga
Ketika kebenaran mencapai singgasana
Aku adalah orang yang paling bahagia

Namun, jika di kehendaki-Nya
Hidup tidak lagi ada
Ketika kemenangan meraya
Ku tetap akan menjadi orang yang paling bahagia
Karena aku kembali kepada-Nya sebagai wanita yang istimewa
[Girl Power, 2008]


            Sejak kedatangan Islam kehidupan para wanita berubah jauh lebih baik. Wanita dimuliakan dan derajatnya ditinggikan. Banyak nama wanita yang menghiasi lembaran sejarah islam, bahkan hingga saat ini ketika islam menjadi asing dan kaum Muslimin terpinggirkan. Wanita masih menjadi poros roda kehidupan dan tetap memegang peran yang utama dalam mengubah peradaban yang gulita menjadi penuh cahaya.
            Wanita – wanita istimewa akan selalu hadir disetiap era. Mereka yang berjuang untuk kepentingan orang di sekelilingnya, masyarakat, bahkan umat seluruh dunia. Mereka berikut ini adalah beberapa diantaranya :

1.        

Selasa, 10 September 2013

Cahaya dalam menerangi Amanah..


Bismillah…

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. An-Nur:35)
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.
(QS At-Taubah:;111)

Rizky Laela Nurlisa, anak kedua dari empat bersaudara. Pemilik hobby Membaca, menulis, travelling, mendaki gunung, menyusuri pantai dan berbagi. Sangat suka dengan sunset dipantai dan sunrise dipuncak gunung^.^ sii penikmat warna merah.
Suatu hari, ketika aku mulai mengukir namaku di catatan perjalanan dakwah kampusku tercinta, ketika aku diminta menjadi Sekertaris Umum FKDF, aku bertanya:
v  Mengapa aku yang dipilih?
v  Kenapa bukan orang lain yang memiliki kemampuan dibandingkan diriku?
v  Kenapa aku?
Suatu masa, ketika keputusan yang pada akhirnya memberikan aku pilihan antara “MAU atau HARUS” untuk menjalani amanah baru sebagai Sekertaris Umum FKDF, kembali memaksaku untuk bertanya:
v Mengapa harus diriku yang belum bisa menjaga hijabnya dengan sebenar-benarnya penjagaan?
v Mengapa harus diriku yang masih kekanak-kanakan dalam menyikapi berbagai hal?
v Mengapa harus diriku yang masih memiliki banyak kelemahan ini?
           
            Amanah itu indah, itu yang kurasakan saat ini. Amanah itu cinta, tanda cinta dari-Nya, agar diri selalu terjaga dari nafsu yang kadang tak terkendali. Amanah itu pengingat, agar diri tak lepas, agar diri tak lengah, agar diri tak kikir untuk ikhlas dalam beramal. Amanah itu sarana mendapatkan tiket ke surga bila diri bisa menjaganya, walaupun di satu sisi amanah juga bisa menjadi jalan termudah menuju kesesatan, menuju  gerbang ternganganya pintu neraka atas dosa yang justru tertumpuk karena tak terkendalinya nafsu diri atas souvenir godaan yang menghampiri dan ingin menjadi penghias kehidupan yang semakin tak kuasa menolak.
##-##-##
            Alhamdulillah…, bisa dipertemukan dengan saudara – saudara seperti kalian semua ya ikhwafillah J, belajar banyak hal, ikhwan yang unik atau justru aneh, hehehe* walaupun sering juga merasa kesal tapi kalian sungguh luar biasa. Akhwat yang super tangguh penuh dengan kasih sayang Allah… tapi hidup jadi semakin banyak souvenirnya ketika mengenal orang-orang seperti kalian.    Rizky, mantapkan hati dan ikhlaskan diri untuk berjuang di sini, di jalan dakwah ini, untuk FKDF, tidak ada alasan selain karna Allah. Tidak akan pernah berhenti, berhentinya adalah nanti...saat Allah mempertemukan dengan Syurga-Nya.
Ketika sekarang diminta untuk memegang suatu amanah yang memang tidak bisa dikatakan ringan, suatu keniscayaan aku merasa tidak berdaya, ingin menolak tapi tak kuasa, ingin berkata ”tidak” tapi terbentur dengan pilihan ”mau dan harus” yang terlebih dahulu disodorkan di hadapanku, ingin marah pada si pemberi keputusan tapi juga terhalang oleh wajah harapan dari mereka, ingin....ingin....dan ingin yang lain...tapi itu semua hanya tertahan di bagian hati yang terdalam, hanya Allah dan kita sendiri yang tahu dan paling memahami kondisi kita yang sesungguhnya. Allah...seandainya bisa, mungkin lebih baik berlari daripada menerima amanah ini, tapi tentu saja TIDAK, karena Allah telah membukakan pintu rahmatNya seluas-luasnya untukku, mengapa harus menolaknya, sedangkan diantara sekian banyak hambaNya, Allah justru membukakan dan mempersilahkan aku untuk memasukinya dan meraup setiap detik yang terlalui dengan sepenuh ruh penyerahan diri. Haruskah ada yang disesali di setiap keputusanNya? Sedangkan tak ada kata SEANDAINYA bukan? Yang ada hanyalah kehendak Allah semata, ada ibroh yang keindahannya lebih abadi daripada musibah sesaat. Yang terpenting bagiku saat ini adalah menjalani semuanya dengan KEIKHLASAN. Walaupun dalam pelaksanaannya... ternyata harus ”berdarah-darah” karena ternyata tidak mudah, tapi tidak juga...Istiqomah yang ternyata sulit, tapi insya Allah BISA.
             Tapi kemudian memang benar, untuk apa merasa terbebani, tertekan, menyesal, dan bersedih akan suatu amanah, sementara kita tidak tahu apa yang akan Allah persiapkan untuk kita, sedangkan senyuman keikhlasan dan penerimaan akan terasa lebih indah pada akhirnya. Aku jadi belajar bahwa selalu ada kenikmatan di setiap ketentuanNya, awalnya tidak pernah menyukai amanah yang diberikan, tapi pada akhirnya...merasa cinta, merasa sayang, merasa bersyukur. Setiap jenak waktu yang berlalu adalah tarbiyah langsung dari Nya, begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan padaku pada kita, maka untuk sedikit waktu yang harus kita luangkan untuk agamaNya, haruskah kita merasa terbebani? Maka, nikmatNya yang manakah yang akan kita dustakan?
##-##





Mungkin, semua kembali ke masing-masing kita. Relativisme pribadi selalu tak tergoyahkan ketika kita berbicara mengenai kemampuan diri (gitu kata tetehku). Selalu ada yang indah dari ketetapanNya.
Pesannya....
”Lakukanlah semuanya dengan sepenuh ruh..., insya Allah tidak akan pernah ada yang tersia. Hati akan rindu pada pada yang dicinta. Bila kau mencintai Allah, maka kau pun akan rindu pada perjuangan membela agamaNya. Karena saat ini semakin sedikit orang yang tergerak untuk tetap di sini...di jalan ini...., maka izinkanlah diri kita menjadi bagian dari perjuangan ini. Agar dekapan cintaNya selalu kita rasakan dan bersemi di hati kita. Bila suatu hari kau terluka, maka biarlah Allah yang mengobati hatimu, yang menyembuhkan lukamu, karena sesungguhnya Allah itu dekat dan tidak pernah meninggalkan kita. Berharaplah hanya padaNya. HASBIYALLAH adalah kata terindah untuk perjuangan ini”.




”KETIKA ENGKAU PUNYA MIMPI DAN CITA-CITA UNTUK DIWUJUDKAN...,
ALLAH TELAH MEMBUKA DAN MEMANGGIL NAMAMU”